![]() |
| Charles Ponzi |
Seperti yang saya sampaikan pada artikel sebelumnya bahwa saya akan memberikan pembahasan tentang Skema Ponzi, maka berikut penejelasannya tentang apa itu Skema Ponzi.
Skema ponzi sebenarnya sudah lama dipraktekkan dalam dunia penipuan. Skema ini diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Italia bernama Charles Ponzi yaitu pada awal abad ke-19 tepatnya sekitar tahun 1919. Oleh karena itulah namanya menjadi sangat terkenal dalam dunia penipuan semenjak itu. Sehingga namanya diabadikan kedalam sebuah sistem penipuan yang diberi nama 'Skema Ponzi'. Dimana setiap penipu yang melakukan penipuan seperti cara penipuan yang dilakukan oleh Charles Ponzi akan disebut sebagai Skema Ponzi.
Lantas apa itu Skema Ponzi dan bagaimana bentuknya? Berikut akan saya jelaskan bentuk penipuannya.
Skema Ponzi adalah sebuah bentuk penipuan dengan cara memanfaatkan saham/uang para investor kepada investor lainnya. Pada awalnya seorang penipu dengan skema ponzi akan menyatakan bahwa ia memiliki sebuah perusahaan besar yang siap menampung para investor dengan janji bahwa ia akan memberikan persentase keuntungan yang besar bagi para investor nantinya. Si penipu akan menyatakan bahwa uang yang para investor tanamkan akan digunakan sebagai modal tambahan bagi perusahaannya. Dimana si penipu akan menyatakan bahwa keuntungan yang akan diperoleh oleh para investornya biasanya adalah sebesar 500%, 600% atau bahkan 700% tergantung kepada berapa persen yang ingin si penipu tetapkan. Skema Ponzi ini tergolong penipuan berdurasi singkat. Tidak akan pernah ada sebuah penipuan berkedok skema ponzi yang akan bertahan lama. Meskipun ada itu berarti bahwa si penipu adalah seorang yang idiot atau bisnis penipuannya tidak laku sama sekali. Mengapa? Karena skema ponzi selalu melakukan penipuan dengan proses cepat. Si penipu sudah menargetkan penghasilan sekian dan sekian dalam waktu singkat, dengan cara mereka akan memberikan keuntungan yang mereka janjikan kepada para investor dalam waktu yang sangat singkat. Biasanya keuntungan yang mereka janjikan kepada para investor akan dicairkan setiap 3 bulan sekali, 2 bulan sekali, 1 bulan sekali atau boleh jadi lebih cepat daripada itu, tergantung kepada keinginan si pelaku.
Lalu darimana si penipu bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya adalah dari para investor yang menginvestasikan modal besar! Sebab pada dasarnya si pelaku hanyalah ingin menarik(menjebak) perhatian para investor besar. Dan sebenarnya mereka hanya memutar uang sesama investor untuk membayarkan persentase keuntungan para investor yang sudah jatuh tempo..
Sebagai contoh; si Fulan menginvestasikan dana sebesar Rp. 1.000.000, pada tanggal 1 Januari dan akan memperoleh keuntungan menjadi sebesar Rp. 5.000.000, pada tanggal 1 Februari. Disisi lain ada tiga investor baru yang menginvestasikan dana masing-masing sebesar Rp. 2.000.000, pada pertengahan bulan Januari. Nah, ketika tanggal 1 Februari telah tiba, maka tiba pulalah saatnya bagi si penipu untuk membayarkan keuntungan yang ia janjikan kepada si Fulan yang berinvestasi pada tanggal 1 Januari tadi. Untuk membayar keuntungan si Fulan yang sudah jatuh tempo, maka si pelaku akan memberikan dana tiga orang investor baru tadi kepada si Fulan.
Dengan demikian si Fulan yang telah menerima keuntungan sebesar 5 kali lipat tadi akan merasa sangat senang dan puas tentunya. Dan tentu saja dengan begitu orang-orang yang mendengar tentang keuntungan yang didapat oleh si Fulan tadi akan ikut merasa tertarik untuk mengikuti bisnis mudah nan simple seperti si Fulan. Karena dengan liciknya si penipu akan mengharuskan si Fulan agar memberikan testimoni alias semacam pengumuman sebagai bentuk kepuasan yang dirasakan oleh si Fulan setelah menerima keuntungan dari bisnis si pelaku. Nah, dengan begitu tentu saja akan semakin banyak orang merasa tergiur. Semakin banyak orang bergabung maka semakin menumpuk pula jumlah investasi dalam kantong si pelaku. Dan tentunya ia sudah tidak perlu khawatir lagi untuk membayarkan keuntungan yang ia janjikan kepada tiga investor baru tadi saat jatuh tempo.
Singkat cerita dengan begitu para investor besar pun akan berbondong-bondong menginvestasikan dana mereka. Tentu saja akan banyak 'orang' yang merasa tertarik dengan bisnis mudah sambil tidur seperti itu.Yaitu orang-orang yang minim pemahamannya tentang Skema Ponzi. Dan ketika jumlah investasi sudah memasuki angka Milyaran hingga Triliunan dan si pelaku sudah merasa cukup untuk dilarikan, maka si pelaku pun akan menghilangkan jejak entah kemana.
Sungguh cerdik bukan, tanpa modal dan hanya mengandalkan dana para investor ia bisa menumbuhkan kepercayaan banyak orang terhadap bisnisnya hingga bisa melarikan Milyaran uang milik para korban. Meskipun terkadang si pelaku harus menyiapkan dana kecil sebagai modal awal.
Nah, pertanyaannya adalah, apakah Anda tetap semudah itu akan percaya terhadap Bisnis Online yang menjanjikan cara cepat kaya? Hal itu tergantung kepada pemikiran Anda.
Pada kesempatan yang lain saya akan coba memaparkan sejarah ringkas tentang si Tolol Ponzi.
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman-teman Anda atau beritahu keluarga tercinta Anda agar mereka semakin berhati-hati dalam menyikapi setiap tawaran menggiurkan berkedok Bisnis Online.
SEMOGA BERMANFAAT!!! :)

No comments:
Post a Comment